welcome


I made this widget at MyFlashFetish.com.

Selasa, 30 November 2010

Ponsel picu terjadinya Tumor Otak?!

VIVAnews - Studi terbaru yang menggabungkan data-data terbaik dari studi sebelumnya menunjukkan bahwa gelombang mikro radio pada telepon genggam, atau biasa dikenal dengan istilah telepon selular (ponsel), benar-benar terbukti meningkatkan risiko terkena kanker otak.

Studi independen yang dilakukan oleh institusi pendidikan Apeejay College of Engineering asal India itu juga memastikan bahwa risiko pengguna ponsel aktif lebih besar terserang kanker ataupun tumor otak dibandingkan pengguna ponsel pada umumnya.

"Kami menyimpulkan bahwa penggunaan ponsel dalam jangka panjang tidak aman bagi pengguna," kata RB Dubey, salah satu peneliti, yang dikutip VIVAnews dari TG Daily, Kamis 18 November 2010.

Sebelumnya, telah ada kurang lebih 11 studi jangka panjang yang meneliti tentang risiko penggunaan ponsel, dan semuanya mempunyai hasil yang berbeda-beda. Awal tahun ini, hasil studi Interphone yang dilakukan selama 10 tahun mengungkapkan bahwa pengguna ponsel dengan tingkat pemakaian tinggi berisiko terkena serangan tumor otak.

Namun, penelitian lain yang dipimpin profesor Lennart Hardell hanya sebatas mengatakan ada peningkatan risiko yang substansial bagi pengguna ponsel.

Untuk diketahui, saat ini, terdapat studi jangka panjang lain yang masih berlangsung di Eropa dan membutuhkan waktu 30 tahun untuk membuat kesimpulannya.

Sesungguhnya tim riset Dubey telah mengintegrasikan data riset yang dikumpulkan Interphone dan Hardell. "Dan, hasilnya diketahui: pengguna ponsel jangka panjang dapat melipatgandakan risiko pengembangan glioma atau neuroma akustik, tumor jinak yang melibatkan sel selubung mielin di sekitar saraf kranial kedelapan," paparnya. "Lalu, kemudian tumor ini akan berkembang dan meluas ke belahan otak terbuka."

Sayangnya, hasil penelitian ini belum dipublikasikan oleh Dubey. Hanya diketahui sekitar 15-20 kasus tumor otak ditemukan dari 100.000 penduduk terjadi di wilayah Amerika Serikat. Dan, radiasi gelombang mikro bukanlah satu-satunya penyebabnya.

Tetapi, kebanyakan studi memang membuktikan bahwa sinyal radio yang terpancar dari ponsel diserap hingga dua inci ke dalam tengkorak kepala orang dewasa, dan tentu saja lebih dalam pada tengkorak anak-anak.

Di Amerika Serikat, para periset telah meminta pemerintah untuk memerhatikan isu ini dan segera mengambil langkah untuk merevisi standar yang dipakai untuk pemancaran gelombang mikro.

sumber : yahoo.com

Cara Alami Kecilkan Pori-pori

VIVAnews - Kulit wajah seperti kulit jeruk? Memiliki pori-pori besar di wajah memang merusak penampilan. Di tengah berbagai tawaran produk kecantikan instan, cobalah cara lebih alami untuk mengecilkan pori-pori di wajah.

Seperti dikutip dari laman Methods of Healing, berikut sejumlah bahan alami yang dapat membantu mengatasi masalah 'kulit jeruk' di wajah.

Tomat

Kandungan vitamin C yang tinggi membuat tomat sangat baik untuk kesehatan kulit. Terapkan masker tomat untuk mengecilkan pori-pori di wajah. Namun, pastikan menggunakan tomat organik untuk menjamin kemurniannya. Caranya, belah buah tomat menjadi dua, lalu haluskan dengan blender. Terapkan jus tomat di wajah. Diamkan sekitar 10 menit, kemudian bilas dengan air.

Baking Soda

Baking Soda ternyata memiliki banyak manfaat termasuk juga menyusutkan pori-pori. Gunakan sekitar dua sendok makan soda kue, campur dengan sedikit air hingga menjadi pasta. Terapkan ke kulit Anda. Biarkan sampai kering, kemudian bilas dengan air. Tidak hanya mengecilkan pori-pori, sensasi segar di kulit wajah juga akan Anda rasakan.


sumber : yahoo.com

Kurang Tidur Sebabkan Diabetes

VIVAnews - Yang mendorong timbulnya diabetes adalah tingginya kandungan gula dalam darah. Penyebabnya bukan hanya konsumsi gula berlebih, tapi juga pola makan tinggi kalori, berat badan berlebih, serta pola hidup yang kurang aktif.

Seperti dikutip dari Times of India, studi Warwick Medical School dan State University of New York, Buffalo, mengungkap bahwa durasi tidur kurang dari enam jam setiap malam meningkatkan risiko tiga kali lipat mengidap diabetes dan penyakit jantung.

Studi itu menunjukkan, durasi tidur yang pendek terkait dengan peningkatan risiko pra-diabetes, yang dikenal sebagai incident-impaired fasting glycaemia (IFG).

IFG merupakan kondisi tubuh yang tidak mampu lagi mengatur kadar glukosa secara baik dalam tubuh. Orang dengan IFG memiliki risiko lebih besar terkena diabetes tipe 2 dan mengalami peningkatan risiko mengidap penyakit jantung dan stroke.

Penelitian dilakukan dengan menganalisa data medis 1.455 partisipan yang dibukukan Western New York Health Study selama enam tahun. Data itu menunjukkan, seluruh partisipan memiliki rentang usia 35-79 tahun.

Seluruh partisipan telah melewati uji klinis yang mencakup pemeriksaan tekanan darah, tinggi badan, dan berat badan. Mereka juga menjawab kuesioner tentang kondisi kesehatannya secara umum, dan pola tidur. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Annals of Epidemiology.

sumber : yahoo.com

Jantung sehat dengan cuka Apel

apel

VIVAnews – Selama ini mungkin Anda mengira buah apel hanyalah jenis makanan pencuci mulut yang menyegarkan. Padahal lebih dari itu. Sari buah apel yang difermentasi menjadi cuka, memiliki khasiat luar biasa untuk kesehatan jantung.

Seperti dikutip dari Daily Mail, sebuah penelitian di Minnesota, Amerika Serikat, mengungkap, konsumsi sesendok atau dua sendok cuka apel setiap hari bermanfaat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam tubuh.

Para peneliti meyakini bahwa mereka yang mengonsumsi cuka apel secara rutin selama delapan minggu akan mengalami peningkatan kadar kolesterol baik, sekaligus efektif menekan kolesterol jahat (LDL) penyumbat pembuluh darah.

Penelitian dilakukan terhadap 120 partisipan yang dibagi dalam dua kelompok. Masing-masing kelompok mendapat perlakukan berbeda. Kelompok pertama, mendapat asupan cuka secara rutin. Sementara kelompok lainnya, mengasup suplemen kosong atau plasebo.

Studi terpisah dilakukan terhadap sejumlah hewan percobaan dengan diabetes. Tak hanya efektif menurunkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan kadar kolesterol baik, cuka apel juga baik untuk menurunkan kadar gula darah dan mengurangi nafsu makan. Cuka apel diyakini dapat mempercepat pembakaran lemak.

sumber : yahoo.com

Prediksi Umur Lewat Darah

VIVAnews - Sejumlah pakar forensik asal Belanda berhasil mengembangkan teknik menghitung usia seseorang secara akurat lewat darah. Mereka mempelajarinya lewat karakter khas sel kekebalan dalam darah, yang dikenal sebagai sel T.

Seperti dikutip dari laman BBC, temuan ini cukup bermanfaat untuk mengungkap identitas pelaku atau korban kejahatan. Melalui uji darah yang tercecer di lokasi kejadian, petugas bisa dengan mudah memprediksi usia pelaku atau korban yang belum terungkap identitasnya.

Sel T yang digunakan untuk memprediksi umur itu memegang peran penting dalam mendeteksi benda asing di dalam darah seperti bakteri, virus, parasit, bahkan sel tumor. Saat bekerja mengenali benda asing, sebuah molekul kecil DNA akan terbentuk. Molekul inilah yang memiliki hubungan linier dan stabil dengan usia seseorang.

Penulis studi, Dr Manfred Kayser dari Erasmus MC University Medical Center, Rotterdam, mengatakan, hasil uji sel T ini memiliki tingkat akurasi yang cukup tinggi. Bahkan, sejumlah pakar tengah merancang untuk membaca karakter manusia berdasarkan informasi DNA.

"Selama ini uji DNA yang dilakukan tim forensik konvensional hanya bisa mengidentifikasi seseorang berdasar pembanding yang memiliki hubungan darah. Tapi temuan ini diharapkan bisa menampilkan informasi untuk membantu menemukan identitas orang yang tak dikenal sama sekali," kata Kayser.

sumber : yahoo.com

Bahaya Dehidrasi

Beraktivitas di dalam ruangan atau di luar ruang memiliki satu persamaan. Yaitu sama-sama membutuhkan asupan cairan yang cukup. Para ahli sejak lama sudah menganjurkan untuk meminum air putih minimal delapan gelas per hari atau setara dengan dua liter.

Tujuannya agar metabolisme tubuh berjalan dengan baik sehingga racun atau zat-zat tidak baik di tubuh bisa terbuang melalui keringat maupun air seni, seperti yang dikutip dari Health24.

Jika seseorang kurang minum maka ia berpotensi mengalami Dehidrasi. Dehidrasi ialah kondisi saat manusia kekurangan cairan tubuh. Tanda-tanda seseorang kekurangan cairan tubuh antara lain, bibir, mulut dan kerongkongannya terasa kering serta haus, pegal-pegal dan air seni berwarna kuning pekat ketika buang air kecil.

Untuk Anda yang bekerja di kantor dengan pendingin ruangan, jangan pernah sekalipun lupa untuk rutin minum air putih. Setidaknya Anda bisa minum minimal lima gelas atau 1,5 liter air perharinya. Meski ruangan kantor Anda sejuk, namun pendingin ruangan sebenarnya mampu mengurangi cairan tubuh secara cepat.

Ruangan yang berpendingin biasanya memiliki kondisi kering. Sehingga secara otomatis tubuh akan mengeluarkan cairan melalui pori-pori kulit untuk membantu menjaga metabolisme. Belum lagi jika Anda rajin bolak-balik ke kamar mandi untuk buang air kecil.

Untuk yang kegiatannya lebih banyak di luar ruang atau outdoor, selain minum air putih, minuman mengandung ion juga cukup penting. Tubuh yang aktif bergerak dan terkena panas matahari, akan lebih berpotensi kehilangan ion tubuh. Jika ion tubuh berkurang banyak maka Anda akan merasa lemas dan mengantuk. Konsentrasi dan produktivitas pasti akan menurun.

Konsumsilah minuman mengandung ion secukupnya. Kini banyak merk minuman kemasan yang mengandung ion dijual di pasaran. Tapi ingat untuk memperhatikan segi kesehatan minuman itu dengan memperhatikan kandungannya serta tanggal kadaluarsa.

Selain rutin minum air putih, menjaga kondisi kecukupan cairan di tubuh bisa dilakukan dengan mengkonsumi cukup sayuran dan buah. Buah sangat penting untuk kesehatan tubuh karena mengandung vitamin, mineral dan anti oksidan alami.

Buah selama ini terbukti mampu membantu menyembuhkan sakit sariawan, melancarkan pencernaan serta mengurangi resiko terkena kanker.

Makanlah buah tak lebih dari empat jam setelah dikupas agar kandungan vitamin dan mineralnya tetap bagus. Jika malas mengunyah buah, jus buah kesukaan Anda. Baiknya jangan dicampur dengan gula pasir. Lalu perhatikan komposisi air dengan buah saat dijus, setidaknya 30 persen air dan 70 persen buah.

Jika ingin lebih praktis, meminum sari buah kemasan juga baik. Selain rasanya bisa disesuaikan dengan selera, kandungan gizinya pun cukup terjaga.

Dan sari buah kemasan pun cocok untuk Anda yang banyak di kantor maupun aktif di luar ruang.


sumber : yahoo.com

Bulan Lahir Pengaruhi Kesuburan

VIVAnews - Terkesan berlebihan ketika menghubungan pengaruh bulan kelahiran anak dengan tingkat kesuburannya kelak. Namun, sebuah penelitian di Austria menunjukkan bahwa wanita yang lahir di musim panas cenderung tidak sesubur wanita yang lahir di musim lain.

Seperti dikutip dari laman Guardian, penelitian dilakukan dengan menganalisis data statistik kelahiran di Austria hingga 1967. Wanita yang lahir di bulan Juli memiliki anak 13 persen lebih sedikit dibandingkan mereka yang lahir di bulan Desember atau musim dingin.

Penelitian yang dipimpin Susanne Huber dari University of Veterinary Medicine, Wina, juga menemukan pola serupa saat menganalisis data kelahiran wanita di Selandia Baru.

Sementara untuk sejumlah negara di Asia yang hanya mengalami musim hujan dan kemarau, tim peneliti mengambil sampel analisis di Vietnam. Hasilnya, wanita yang terlahir di musim hujan sekitar bulan Juli cenderung lebih subur dibandingkan mereka yang lahir di musim kemarau, seperti Januari.

Meski tak menjelaskan alasan di balik kesimpulan itu, Huber menduga bahwa itu terkait dengan perbedaan asupan gizi seiring perubahan cuaca, yang memengaruhi perkembangan janin. Pada musim kemarau atau panas, risiko gizi buruk dan infeksi meningkat yang kemungkinan akibat menurunnya produksi dan kualitas bahan makanan.

Penelitian itu juga memunculkan kesimpulan bahwa pria yang lahir di musim semi lebih subur dibandingkan pria yang lahir di musim gugur. Terlepas dari pengaruh cuaca, perkembangan kesehatan termasuk kesuburan seseorang perlu diperhatikan sejak masih janin.

sumber : yahoo.com